Oleh: sunyonoms | Desember 22, 2012

POSISI MODEL PEMBELAJARAN SiMaYang TERHADAP KURIKULUM 2013

Berdasarkan rancangan model pembelajaran SiMaYang dan Draf Kurikulum 2013, terlihat jelas bahwa model pembelajaran SiMaYang merupakan model pembelajaran masa depan. Model pembelajaran SiMaYang saat ini masih dalam tahap pengembagan lanjutan, namun diitnjau dari karakteristiknya model pembelajaran ini dalam pengembangan awalnya telah mengantisipasi perubahan kurikulum ke arah optimalisasi daya kreativitas peserta didik, sebagaimana Draf Kurikulum 2013. Dalam buku Model Pembelajaran Berbasis Multipel Representasi (Model SiMaYang) dikemukakan bahwa model pembelajaran SiMaYang merupakan model pembelajaran yang menekankan pada interkoneksi tiga level fenomena sains, yaitu level submikro yang bersifat abstrak (proses), level simbolik (abstrak dalam bentuk simbol), dan level makro yang bersifat nyata dan kasat mata (Sunyono, 2012b). Berikut adalah fase-fase dalam model pembelajaran SiMaYang (Sunyono, 2012a dan 2012b):
Model SiMaYang
Gambar 1. Fase-Fase Model Pembelajaran Si-5 Layang-Layang (SiMaYang).

Interkoneksi tiga level fenomena sains terutama kimia memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis, kreatif, serta model mental). Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan pembelajarannya fokus utama yang menjadi sasaran adalah kemampuan peserta didik dalam menggunakan potensi berpikir tingkat tinggi yang dimilikinya melalui proses imajinasi untuk mengembangkan kemampuan model mental peserta didik. Secara konseptual, model mental adalah representasi model skala-internal terhadap realitas eksternal, atau sebagai representasi pribadi mental seseorang terhadap suatu ide atau konsep (Greca and Moreira, 2001), atau sebagai representasi pribadi dari suatu objek (dapat berbentuk diagram, gambar, grafik, matematik, persamaan reaksi, dan/atau deskripsi kata-kata), atau ide yang dihasilkan oleh seseorang selama proses kognitif berlangsung (Harrison and Treagust, D.F., 2000). Secara operasional, model mental peserta didik didefinisikan sebagai suatu representasi internal yang dibangun melalui pengalaman belajar yang ditunjukkan melalui kemampuan menginterpretasi, mentransformasi, dan memberikan penjelasan terhadap fenomena eksternal sebagai respon atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan baik secara tertulis maupun lisan.

Menilik Draf Kurikulum 2013 nampaknya ada kecocokan dalam hal orientasi pembelajaran di kelas. Dimana, kurikulum 2013 lebih menekankan pada pembelajaran dengan fokus melatih peserta didik agar memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif melalui optimalisasi daya kreativitas peserta didik. Demikian pula model pembelajaran SiMaYang yang menekankan pada proses eksplorasi dan imajinasi juga bertujuan untuk melatih peserta didik agar memiliki kemampuan dalam membangun model mental. Model mental merupakan salah satu jenis keterampilan berpikir tingkat tinggi. Berdasarkan hasil kajian empiris (Sunyono, 2012a), peserta didik (pembelajar) dengan kemampuan berpikir tinggi memiliki model mental dengan kategori “baik” dan mengarah pada model mental target. Menurut Senge (2004) bahwa proses berpikir seseorang memerlukan bangunan model mental yang baik. Seseorang yang mengalami kesulitan dalam membangun model mentalnya menyebabkan orang tersebut akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan keterampilan berpikir, sehingga tidak mampu melakukan pemecahan masalah dengan baik. Dengan demikian, antara model mental, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan kreativitas tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hubungan antara model mental dengan kemampuan berpikir peserta didik, penulis gambarkan sebagaimana Gambar 2.

GBR HUB MM & KURKLM 2013_1
Gambar 2. Keterkaitan antara Model Mental dan Kemampuan Berpikir

Setiap orang menggunakan model-model mental yang dimiliki untuk melakukan upaya memecahkan masalah melalui proses menalar, menjelaskan, memprediksi fenomena, atau menghasilkan model yang diekspresikan dalam berbagai bentuk (seperti, diagram, gambar, grafik, simulasi atau pemodelan, aljabar/matematis, bahkan juga deskripsi verbal dengan kata-kata atau bentuk tulisan cetak, dan lain-lain), kemudian dapat dikomunikasikan pada orang lain (Borges and Gilbert, 1999; dan Greca and Moreira, 2001).

Dalam model pembelajaran SiMaYang, kegiatan eksplorasi dan imajinasi adalah kegiatan utama yang harus dilakukan dalam pembelajaran untuk membangun model mental, meningkatkan kemampuan kreativitas, dan karakter peserta didik. Grilli dan Glisky (2010) menunjukkan bahwa imajinasi dapat meningkatkan kemampuan memori individu daripada elaborasi semantik pada individu dengan memori terganggu baik pada individu dengan ganguan saraf maupun individu yang sehat. Menurut Kind & Kind (dalam Ren, et al., 2012) bahwa imajinasi merupakan keterampilan yang sangat penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir, karena imajinasi telah terbukti berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Lebih jauh, Haruo, et al. (2009) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa pembelajaran yang menekankan pada proses imajinasi dapat membangkitkan kemampuan representasi peserta didik, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kreativitas peserta didik. Kekuatan imajinasi akan membangkitkan gairah untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan konseptual peserta didik.
Melalui strategi pembelajaran dengan model SiMaYang, tetrahedral kimia dari Mahaffy (2006) perlu diperluas hingga penumbuhan kesadaran terhadap kebesaran Sang Maha Pencipta (Farida, 2010), seperti digambarkan berikut ini (Gambar 3):
Gambar Mhaffy
Gambar 3. Model Lima Keterhubungan Representasi Kimia (Farida, 2010, hasil modifikasi dari Mahaffy, 2006)).

Pesan-pesan moral spiritual dan motivasi pada model SiMaYang terutama diberikan pada fase kegiatan orientasi dan eksplorasi – imajinasi, tetapi dapat juga diberikan pada fase kegiatan penutup (evaluasi). Pesan dapat disampaikan dengan cara menghubungkan fakta-fakta ilmiah dari sisi kimia dengan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Pengkajian tersebut diharapkan dapat menimbulkan kekaguman atas kebesaran Tuhan YME. Kesadaran akan eksistensi Tuhan YME selayaknya mengarahkan pribadi peserta didik menjadi lebih arif dan bijaksana terhadap kehidupan.

Berdasarkan uraian-uraian di atas, jelas bahwa dengan dibangunnya model mental peserta didik melalui model pembelajaran SiMaYang, daya kreativitas peserta didik dapat lebih ditingkatkan, sehingga keterampilan berpikir kritis dan kreatifnya akan menjadi jauh lebih baik. Di samping itu, karakter peserta didik dapat di bangun kearah karakter yang lebih baik. Dengan demikian, tuntutan kurikulum 2013 dapat dipenuhi oleh pendidik (guru/dosen). Dengan demikian, untuk mengimplementasikan kurikulum 2013, guru/dosen tidak perlu mengalami kesulitan lagi, karena meskipun masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut, namun model pembelajaran SiMaYang dapat dijadikan salah satu alternatif model dalam membangkitkan daya kreativitas anak sesuai tuntutan kurikulum 2013.

INI ADALAH BAGIAN DARI ISI BAB I BUKU BERJUDUL: “SERBA SERBI: MENGAJARKAN KIMIA DENGAN IMAJINASI, MENYENANGKAN, DAN BERKARAKTER” (PESONA KIMIA-1). PENULIS: Drs. SUNYONO, M.Si. SEDANG DALAM PROSES PENERBITAN… INSYA ALLOH, TERBIT JANUARI 2013, BISA DIDAPATKAN BUKUNYA SAAT PAMERAN PADA HARI JADI FKIP UNILA.

PUSTAKA:
1). Situs Resmi Kemendikbud. 2012. Draft Kurikulum 2013.
2).Borges, A.T., and Gilbert, J.K., 1999. Mental Models of Electricity. International Journal of Science Education, 21, p. 95 – 117.
3). Greca, I.M., and Moreira, M.A., 2000. Mental Models, Conceptual Models, and Modelling. International Journal of Science Education, 22, p. 1 – 11.
4). Ren, F., Xiuju Li, Huiliang Z., & Lihui W., 2012. Progression of Chinese Students’ Creative Imagination from Elementary Through High School. International Journal of Science Education, 34 (13). p. 2043 – 2059.
5). Farida. 2010. Mengapa, Untuk Apa, dan Bagaimanakah Seharusnya Siswa Belajar Ilmu Kimia?. http://faridach.wordpress.com/. Diakses Tanggal: 04 November 2010
6). Grilli, M. D., & Glisky, E. L. (2010). Self-imagination enhances recognition memory in memory impaired individuals with neurological damage. Neuropsychology, 24,(6)., p. 698–710
7). Haruo, O., Hiroki, F., & Manabu, S., 2009. Development of a lesson model in chemistry through “Special Emphasis on Imagination leading to Creation” (SEIC). Chemical Education Journal (CEJ). 13, (1). p. 1–6.
8). Harrison, A.G., and Treagust, D.F., 2000. Learning about atoms, Molecules, and Chemical Bonds: a Case Study of Multiple – Model Use in Grade 11 Chemistry. Science Education, 84, p. 352 – 381.
9). Mahaffy, P. 2006. Moving Chemistry Education into 3D: A Tetrahedral Metaphor for Understanding Chemistry. Journal of Chemical Education., 1, (3). p. 49 – 55.
9). Sunyono, 2012a. Analisis Model Pembelajaran Berbasis Multipel Representasi dalam Membangun Model Mental Stoikiometri Mahasiswa. Laporan Hasil Penelitian Hibah Disertasi Doktor_2012. Lembaga Penelitian Universitas Negeri Surabaya.
10). Sunyono, 2012b. Buku Model Pembelajaran Berbasis Multipel Representasi (Model SiMaYang). Penerbit: Aura Press. Bandar Lampung.


Responses

  1. Agan mau nanya ni, punya gak buku yg judulnya multiple representasi ???

  2. Kalo buku yang dibuat oleh orang lain, saya ga punya. keliatanna memang belum ada. Saya sudah buat bukunya (Judul: Buku Model Pembelajaran Berbasis Multipel Representasi – Model SiMaYang), silahkan kunjungi penerbitnya di http://www.aura-publishing.com. Jika berminat silahkan pesan via penerbit.

  3. okey pak, terimakasih banyak ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: