Oleh: sunyonoms | Desember 30, 2012

REFORMASI: PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS KARAKTER (CHARACTER BASED LEARNING CHEMISTRY)

Abstract
Chemistry is one of the science that is closely related to human life, so that learning chemistry is possible integrated with character education. Through learning chemistry, it is expected that learners can better understand the phenomena that occur in people’s lives and more wise and prudent in meeting the challenges of life. In chemistry, students can become a human being grateful and believe in the greatness of God. How to apply a character-based learning in the classroom? This issue became the focus of this paper.
In lessons, so that chemistry concepts can be more easily understood and controlled well by learners takes willpower and perseverance of learners in choosing how to learn to be more meaningful, not just memorize verbally. In this case, educators should always strive to improve students’ curiosity in finding conceptual relationships of everyday life with the knowledge that have been held or are being studied. This can be done by making the interconnections between the three levels of chemical phenomena (sub-micro, macro, and symbolic) in learning, so that real-life phenomena can be understood in detail, later integrated with knowledge of religion, so that the good character of the students can be realized.

Pembahasan

Kimia yang merupakan salah satu materi yang sangat terkait dengan kehidupan manusia, dapat berintegrasi dengan pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari, mengingat kimia selalu ada di sekitar kita dan kaya akan pesan moral yang dapat membantu dalam pembentukan karakter siswa/mahasiswa. Pada proses pembelajaran, upaya membangun pengetahuan peserta didik tentang konsep-konsep kimia, akan lebih bermakna jika siswa/mahasiswa mengalami sendiri apa yang sedang dipelajarinya, bukan hanya mengetahuinya secara teoritis-verbalistis. Bukti menunjukkan bahwa pembelajaran yang hanya berorientasi target materi, ternyata hanya berhasil dalam pemahaman untuk kompetisi jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak untuk memecahkan masalah dan tersimpan dalam memori jangka panjang (Sagala. 2009). Oleh sebab itu, agar konsep-konsep kimia dapat lebih mudah dipahami dan dikuasai dengan baik oleh peserta didik dibutuhkan kemauan dan keuletan peserta didik dalam memilih cara belajar agar lebih bermakna, tidak hanya sekedar menghafal secara verbal. Ini adalah tugas guru/dosen, tentunya guru/dosen harus selalu berusaha meningkatkan kemauan peserta didik dalam mencari hubungan konseptual kehidupan sehari-hari dengan pengetahuan yang telah dimiliki atau yang sedang dipelajari di dalam kelas. Dengan demikian, dalam upaya mencapai pengetahuan kimia yang mendalam, peserta didik perlu dilatih dalam mengoptimalkan kemampuan berpikir tingkat tingginya termasuk melatih agar memiliki daya kreativitas yang tinggi. Sebagaimana telah dibahas pada blog sebelumnya, model pembelajaran SiMaYang dapat dijadikan alternatif. Jika pembelajaran kimia dilakukan dengan menginterkoneksikan tiga level fenomena kimia (makro, submikro, dan simbolik) dan diintegrasikan dengan fenomena dunia nyata (melalui agama), maka karakter yang baik dari siswa/mahasiswa akan terwujud. Oleh sebab itu, melalui strategi pembelajaran dengan model SiMaYang, tetrahedral kimia dari Mahaffy (2006) perlu diperluas hingga penumbuhan kesadaran terhadap kebesaran Sang Maha Pencipta, seperti digambarkan berikut oleh Farida (2010):
Gambar Mhaffy
Gambar 1. Model Representasi Tetrahedral kimia yang diperluas menjadi 5 hubungan representasi (Sumber: Farida, 2010 hasil modifikasi dari Mhaffy, 2006).

Pesan-pesan moral spiritual dan motivasi terutama diberikan pada fase kegiatan orientasi dan eksplorasi – imajinasi, tetapi dapat juga diberikan pada fase evaluasi atau kegiatan penutup (Sunyono, 2012a dan 2012b). Pesan dapat disampaikan dengan cara menghubungkan fakta-fakta ilmiah dari sisi kimia dengan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Pengkajian tersebut diharapkan dapat menimbulkan kekaguman atas kebesaran Tuhan YME. Kesadaran akan eksistensi Tuhan YME selayaknya mengarahkan pribadi peserta didik menjadi lebih arif dan bijaksana terhadap kehidupan.

Berikut adalah salah satu contoh penerapan pembelajaran berbasis karakter di dalam kelas yang ditulis dalam bentuk cerita. Nama-nama tokoh dalam cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama, bukanlah kesengajaan tetapi merupakan suatu kebetulan. Oleh sebab itu, penulis menyampaikan permohonan maaf kepada yang namanya sama dengan tokoh dalam cerita pembelajaran di bawah ini. Contoh-contoh lainnya dapat Anda baca di buku: Serba-Serbi: Mengajarkan Kimia dengan Imajinasi, Menyenangkan, dan Berkarakter. Penulis: Drs. Sunyono, M.Si. Masih dalam proses mendapatkan ISBN dan penerbitan. Insya Alloh, Januari 2013 terbit, dan akan dipamerkan pada pameran hari jadi FKIP Unila (Januari, 2013).

Contoh Pembelajaran Kimia Berbasis Karakter dalam Pembelajaran Topik “Kecepatan Reaksi” (Karakter; Religius, hidup sehat, dan bertanggungjawab). Pernah ditulis pada facebook (Catatan): Sunyono pada 8 November 2011 pukul 1:09.

Pak Argon kembali mengajar kimia di kelas XI IPA, pak Argon adalah salah seorang guru faforit di sekolah. Dia adalah guru kimia yang pandai berinovasi dan sangat kreatif. Setiap kali mengajar pak Argon selalu membawa bahan-bahan yang ada di sekitar rumahnya untuk menunjukkan adanya fenomena kimia dalam kehidupan manusia sehari-hari yang tidak disadari oleh siswa atau kebanyakan orang, bahwa apa yang dilihat dan dirasakan dalam setiap kali melakukan aktivitas di rumah, selalu saja tidak pernah lepas dari proses kimia. Namun, kali ini pak Argon tidak akan terlalu jauh menjelaskan keterkaitan aktivitas sehari-hari dengan proses kimia yang sedang dipelajari. Materi yang diajarkan pak Argon hari ini adalah materi tentang “Kecepatan Reaksi”. Pada awal pembelajaran, Pak Argon mendahuluinya dengan pertanyaan (sebelumnya salam dan kata pembuka): “Apakah kalian sudah mengenal udara?”.

Tentu saja dijawab serentak oleh siswanya: “Sudaaahhhh….!”.
Pak Argon melanjutkan: “Baik, coba kamu Cesi sebutkan udara itu apa?”.
“Udara itu adalah sekumpulan gas yang berada dilapisan atmosfir bumi yang bergerak tidak beraturan” (jawab Cesi).
“Bagus Cesi…!, bagaimana menurut kalian jawaban Cesi tadi…? Coba, siapa yang bisa menyebutkan beberapa gas yang ada di udara kita…” (tanya pak Argon lagi)
“Oksigen, nitrogen, hydrogen, uap air, karbondioksida,…. eeeee… apa lagi ya… (jawab Clara)
“Gas NO2…” (Rubi melanjutkan)
“Gas H2S , ammonia, ada kali ya…. (sahut Boron)
“Hahahahaha….. awas bau….” (timpal Ferri)

“Baiklah… baiklah… anak-anak…. Jawaban kalian sudah cukup bagus…. Kalian masih ingat pelajaran IPA SMP dulu…” (puji pak Argon). “Nah, anak-anak, kalian sudah tahu bahwa gas-gas yang ada di udara ini bergerak acak, sembarangan, tidak teratur, semau guwe, kayak temenmu Xeno… hehehehe…. Bener ya… Xen…?”
“Bapak bisa aja, ga begitu-begitu amat kok pak, saya sudah insyaf”…. (jawab Xeno)
“Insyaf….? Hahahaha…. (sahut beberapa siswa lain)
“hahahahaha………” (gelak tawa murid-murid pak Argon).
“Ya… Ya… Sudah dong tertawanya…, kita lanjutkan ya anak-anak…. (Pak Argon mencegah muridnya terwata yang berlebihan)
“Xeno…. bapak tahu, kamu sebenarnya anak yang baik dan pintar, coba ikuti pelajaran ini dengan baik, kamu pasti akan tahu manfaatnya bahwa kalo kita semrawut, acak-acakan, dan semau guwe, maka sulit untuk bersosialisasi di masyarakat dan sulit untuk bergandengan tangan dengan orang lain, seperti gas-gas diudara ini, untuk bisa bergandengan (berreaksi) dia harus punya kondisi yang memungkinkan proses itu berlangsung (tekanan, suhu, dan ruang tertutup). Wah… rasanya ga enak loh Xen, kalo apa-apa harus pake tekanan dan harus dipanas-panasi….”
“hahahaha… (Xeno dan beberapa teman lain tertawa)
“Kok bisa begitu pak…? (timpal Bari sambil tertawa).
Pak Argon melanjutkan: “Iya, gas-gas diudara itu bergerak acak, sehingga antara gas yang satu dengan gas yang lain bisa jadi akan selalu bertumbukan, misalnya gas nitrogen di udara akan bertumbukan dengan oksigen, begitu juga hidrogen bertemu dengan oksigen, dan lain-lain. Namun, pertemuan dan bertabrakannya mereka tidak menghasilkan apa-apa, alias tidak terjadi interaksi diantara molekul-molekul gas tersebut, yang terjadi hanya tumbukan lenting sempurna.” “Hayo… siapa yang tahu, apa itu tumbukan lenting sempurna ? Pelajaran fisika loh…?”
“Tumbukan yang momentumnya tetap pak, yang berubah hanya arahnya saja setelah tumbukan..” (jawab Zirkon).
“Bagus Zirkon…! (puji pak Argon). “Anak-anak, sekarang coba jawab ini…”. Pak Argon menulis reaksi di papan tulis:
Reaksi

“Benarkah persamaan reaksi itu…?. Jika benar, apakah air yang ada di udara atau hujan (air) itu berasal dari reaksi antara H2 dan O2 di udara? Begitu juga, apakah adanya gas NO2 atau gas NO, atau NOx sebagai gas pencemar memang berasal dari reaksi N2 dan O2 di udara…? Tentu kalian sudah tahu bahwa hujan berasal dari peristiwa siklus air, dan gas NOx berasal dari asap industri. Kalau H2 dan O2 di udara mampu bereaksi menghasilkan H2O, maka sudah pasti kita akan selalu basah, dimanapun kita berada isinya penuh dengan air. Begitu juga jika N2 dan O2 di udara begitu mudahnya bereaksi seperti yang dituliskan dipapan tulis, sudah barang tentu, tidak akan pernah ada kehidupan, karena NOx adalah gas beracun”.
“Jadi anak-anak… (pak Argon melanjutkan), reaksi kimia itu beberapa diantaranya tidak serta merta terjadi seperti mudahnya kita menuliskan di papan tulis. Secara teori, reaksi di atas benar, namun fakta di udara terbuka, itu tidak terjadi. Oleh sebab itu, hari ini kita akan mempelajari beberapa fenomena reaksi, yaitu ada reaksi yang cepat, lambat, bahkan tidak terjadi. Lalu apa saja yang mempengaruhi reaksi kimia itu…? Karena itu, jangan kemana-kemana, kita akan pelajari materi kita hari ini tentang “kecepatan reaksi”. Di dalam materi ini, nanti kalian akan tahu faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan reaksi itu mudah terjadi (atau reaksi lebih cepat)”.
Selanjutnya pak Argon, mulai melakukan pembelajaran dengan model SiMaYang, siswa sudah dikelompok-kelompokkan, lalu LKS dibagikan, alat dan bahan kimia (alternatif) sudah disediakan, siswa diminta melakukan eksperimen kecil di kelas untuk ekplorasi. Sebelum mereka diskusi, pak Argon memberikan visualisasi dengan gambar submikro dan animasi tentang kecepatan reaksi untuk melatih siswa mengoptimalkan daya imajinasinya. Selanjutnya pak Argon meminta siswa-siswanya untuk mendiskusikan hasil eksplorasi dan imajinasi dengan teman sekelompoknya dan pak Argon memfasilitasi dan membimbing.
Selama pembelajaran dari awal hingga menjelang akhir, pak Argon sangat peduli dengan siswa-siswanya, dia selalu mencoba mengaktifkan siswanya, bahkan siswa yang terlihat malas dan suka main-main, dia dekati dengan gayanya yang khas yang selalu menarik perhatian siswa. Itulah sebabnya pak Argon dijuluki sebagai guru kimia yang memiliki gelar “a good teacher”, apalagi pak Argon adalah guru yang tidak pernah putus asa dan tidak pernah mengeluh dalam menghadapi siswa-siswanya yang tergolong bandel.
Singkat cerita, setelah pembelajaran berlangsung selama lebih kurang 80 menit, dan siswa sudah berdiskusi, presentasi, latihan individu, dan membuat kesimpulan bersama guru. Pak Argon meminta siswanya untuk duduk dibangkunya masing-masing, lalu pak Argon mengajukan pertanyaan kepada siswanya (tahap evaluasi).
“Tahukah kalian, mengapa kita dilarang (diharamkan) minum minuman keras beralkohol? Pertanyaan ini bapak ajukan sebagai aplikasi dari hukum laju reaksi yang ada dalam tubuh kita akibat meminum minuman beralkohol”.
“Karena haram pak…. dan berbahaya bagi tubuh…. (jawab Ferri).
“Yak, tepat sekali, merusak tubuh, mengapa demikian…?
“Wah… Tentu karena reaksi alkohol dalam tubuh cukup cepat pak…” (jawab Clara).
“Bagus Clara… Bapak senang mendengar jawabanmu… (respon pak Argon). “Ada lagi yang ingin mencoba menjawab…?
“Saya pak..” (Yodi menunjuk jari)
“Ya, Yodi, bagaimana menurutmu…? (Pak Argon mempersilahkan)
“Karena alkohol merusak paru-paru, jantung, dan hati pak…!!”, (jawab Yodi). “Tapi proses reaksinya seperti apa ya pak..?” (Yodi melanjutkan dengan pertanyaan).
“Bagus sekali Yodi…, Wah, bapak senang sekali kalian sangat aktif, teruskan ya nak cara belajar kalian seperti ini…” (Pak Argon memuji muridnya).
“Baiklah Yodi… dan semuanya… Bapak akan memberikan sedikit penjelasan untuk kalian hayati, supaya kalian tidak berani untuk mencoba-coba minum minaman beralkohol.” (Pak Argon menasehati). “Begini anak-anak…, Coba lihat skema ini (Gambar 1)…. Jika alkohol diminum dan masuk ke dalam tubuh kita, maka 90 – 98% akan masuk ke dalam lambung dan usus, hanya 2 – 10% saja yg dikeluarkan melalui keringat dan air seni. Di dalam lambung dan usus ini, perjalanan alkohol selanjutnya akan masuk ke dalam aliran darah melalui difusi hanya dalam waktu 60 menit (ordenya setara dengan reaksi orde satu). Kalian sudah tahu, bagaimana hubungan kecepatan reaksi dengan konsentrasi pada reaksi orde 1 (satu)…? Peningkatan konsentrasi akan mempercepat reaksi itu berlangsung, artinya semakin banyak minum alkohol, maka akan semakin banyak alkohol yang bermigrasi ke aliran darah. Melalui aliran darah, selanjutnya alkohol masuk ke dalam liver dan melakukan metabolisme (reaksi orde nol), kita beruntung punya liver yang bisa sedikit menghambat laju reaksi. Dengan orde nol, berarti penambahan konsentrasi alkohol tidak akan mempercepat proses metabolisme.”

“Kalau begitu anak-anak…., kita wajib berterimaksih pada hati….” (Lanjut Pak Argon). “Meskipun begitu anak-anak…, metabolisme alkohol di dalam hati (liver) itu akan terus berlangsung selama alkohol itu ada dan hasilnya CO2, H2O, asam asetat, dan asetaldehid. Disnilah berbahayanya, dimana asetaldehid adalah racun bagi liver, sedangkan CO2 sangat dicintai oleh Hb (hemoglobin). Hadirnya CO2 dalam tubuh membuat Hb meninggalkan O2 dan memilih mengikat CO2, pengikatan Hb dengan CO2 ini sangat berbahaya bagi kerja jantung. Parahnya lagi, Hb itu sangat mencintai CO2 dibandingkan O2. Di mata Hb, CO2 adalah sosok putri yang cantik jelita, namun meracuni tubuh manusia dengan merusak jantung dan paru-paru.”
“Nah, anak-anak, jadi itulah sebabnya kita diharamkan minum minuman beralkohol…. Baiklah…, kalian sudah belajar kimia walaupun baru sedikit, maka kalian tahu bagaimana prosesnya di dalam tubuh. Dengan demikian, bapak berharap dengan pengetahuan kimia yang sudah kalian miliki, kalian akan belajar hidup sehat, dan semakin meyakini mengapa Tuhan YME membuat larangan untuk minum minuman beralkohol, itu karena sekali lagi agar kita dapat hidup sehat.” (Nasehat pak Argon).
Demikian pertemuan kita, sampai berjumpa lagi pada pertemuan berikutnya. Pelajari materi yang sudah dibahas ini dan coba baca-baca materi berikutnya. Carilah fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar kita yang terkait dengan proses kimia untuk kita diskusikan minggu depan.
Wassalamu’alaikum Wr…Wb….

Skema Masuknya Alkohol ke dalam Tubuh
Gambar 1. Skema Perjalanan Alkohol di dalam Tubuh (Effendy, 2011)

CATATAN: BOLEH DI SHARE TETAPI TETAP HARUS MENCANTUMKAN NAMA PENULIS ATAU NAMA BLOG INI: sunyonoms.wordpress.com. Terimakasih….

Referensi:
1). Effendy. 2011. Aplikasi Pembelajaran IPA dalam Pembentukan Karakter Siswa. Makalah Keynote Speaker pada Seminar Nasional Pendidikan Sains di Unesa. 15 Januari 2011. Surabaya.
2). Farida. 2010. Mengapa, Untuk Apa, dan Bagaimanakah Seharusnya Siswa Belajar Ilmu Kimia?. http://faridach.wordpress.com/. Diakses Tanggal: 04 November 2010.
3). Sagala. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Penerbit: Alfabeta. Bandung
4). Mahaffy, P. 2006. Moving Chemistry Education into 3D: A Tetrahedral Metaphor for Understanding Chemistry. Journal of Chemical Education., 1, (3). p. 49 – 55.
5). Sunyono, 2012a. Analisis Model Pembelajaran Berbasis Multipel Representasi dalam Membangun Model Mental Stoikiometri Mahasiswa. Laporan Hasil Penelitian Hibah Disertasi Doktor_2012. Lembaga Penelitian Universitas Negeri Surabaya.
6). Sunyono, 2012b. Buku Model Pembelajaran Berbasis Multipel Representasi (Model SiMaYang). Penerbit: Aura Press. Bandar Lampung.


Responses

  1. Contoh pembelajaran yg menarik pak, jadi semangat buat cari2 cara agar materi sulit dlm kimia bisa menarik perhatian siswa, sering2 kasih contoh ya pak, buat referensi kita untk ngajar pak :)

    • Terimaksih… Silahkan di digunakan untuk contoh dan jadikan sebagai inspirasi untuk lebih berkreasi dan berinovasi. Selamat berinovasi dalam pembelajaran, shg reformasi pembelajaran kimia segera bisa terwujud.

  2. assalamualaikum pak
    mendengar paparan bapak pada technical asistansce tempo hari,,terus terang kami sangat tertarik,,terutama pada pesona kimianya,,kami dari fosmaki punya keinginan untuk membuat sebuah acara bedah buku karangan bapak dan demonstrasi pesona kimia,,pelaksanaan acaranya kami masih belum tahu karna sedang proses mencari dana,,jika bapak berkenan kami akan berusaha merealisasikan acara tersebut untuk mengubah paradigma “menyeramkan” kimia karna sesuai paparan bapak kimia itu “menakjubkan”….wow,,,kami mengharapkan kesediaan bapak
    terimakasih pak

    • Alhamdulillah… Amin… Dengan senang hati. Insya Alloh… bisa jika waktunya tepat ya… Terimakasih.

  3. Terimaksih atas e-kimia nya pak, smakin mudah kimia dipahami maka smakin banyak yang ingin mengetahui.

    • Sama-sama, nanti baca aja bukunya jika sudah terbit.

  4. terima kasih atas inspirasinya pak, tapi disetiap pembelajaran kimiayg ada di kelas sy murid2 merasakan nikmatnya pembelajaran, ttp pada saat tes mereka kesulitan. menurut analisi sy dikarenakan sistim tes dinegriini tidak adil hanya fokus pada penilaian koknitif saja. tolong kaji permasalahan ini dilihat dr beben belajar siswa SMA pada sat ini 18 mata pelajaran tiap minggu harus dijejalkan kepada mereka. kapan waktu mereka unyuk bisa merenungkan hasil pembelajaran yg dikaitkan dengan kehidupan nyata mereka

    • Nah, itu dia masalahnya. Sebenarnya jika ambil teori belajar, keterampilan psikomotor itu seharusnya menunjang kemampuan kognitif. Artinya, dalam setiap permainan kimia tetap harus memperhatikan konten atau isi dari materi kimia. banyak permainan kimia yang ada di internet hanya menggunakan istilah kimia, tetapi kurang memperhatikan esensi dari konsep kimia itu sendiri. Mudah2an dengan perubahan kurikulum 2013 yang lebih menekankan pada kreativitas, diikuti oleh perubahan sistem evaluasi belajar yang lebih adil dan proporsional serta tidak sentralistis, namun lagi-lagi apakah kita semua (sbg pendidik) sudah siap untuk benar-benar secara objektif dan kualified dalam menyusun bahan evaluasi, mungkin baru sebagian saja yg sdh bisa dilepas. Harus kita akui bahwa kita sendiri (termasuk saya) belum memiliki kemampuan yang andal dalam menyusun alat evaluasi baik kognitif, psikomotorik, maupun afektif, atau instrumen evaluasi yang mengintegrasikan hard skill dan soft skill. Insya Alloh, jika kita mau belajar dan terus belajar, apa yang mbak Nana pikirkan itu akan segera terwujud. Evaluasi pembelajaran seluruhnya tdk lagi sentralistis tetapi diserahkan ke kita sebagai guru, termasuk standar kelulusannya… Amin….

  5. It’s really good effort Mas, I suppose that is so usefull for all chemist teacher

    • Amen … If it could be used as inspiration in learning chemistry. Thank you so much for your attention, Arif.

  6. Bagus banget pak, menambah wawasan, apakah bukunya sudah terbit dan bagaimana saya bisa mendpatkannya? Terimakasih Pak. Salam dunia Pendidikan.

    • Terimakasih… Mohon maaf, ini saya berhubungan dengan bapak atau ibu ? Buku nya sudah terbit yang berjudul: Mengajarkan Kimia dengan Imajinasi, Berkarakter, dan Menyenangkan (Pesona Kimia_1). Pemesanan bisa langsung ke penerbit: http://www.aura-publishing.com. Atau bisa via inbox di fb saya: Sunyono Won.

      • Terimakasih infonya, saya pak Matius guru fisika di SMAK 1 Penabur Jakarta, saya terinspirasi dengan buku/hasil penelitian bapak, mungkin saya bisa terapkan di pengajaran fisika. Terima kasih.

  7. Baik pak Matius, terimakasih. Pemesanan bisa melalui situs penerbit di atas, atau via email saya, sebab fb saya sudah saya tutup. Email saya: sunyono@unila.ac.id. atau sunyono_ms@yahoo.com. Saya hampir setiap hari ngecel email.

  8. Maaf pa Sunyono.. ikut nimbrung komentar nih. Saya mengkoreksi ..Tentang gambar Model Representasi Tetrahedral Kimia. Gambar itu bukan dari Mahaffy .. hanya idenya saja dari mahaffy ..tepatnya saya modifikasi dari mahaffy. Ke lima hubungan konsep tersebut saya yg buat sendiri pakai imagenya Power point. Soalnya kalau yang mahaffy buat tdk ada konteks agamanya ‘kan. …
    Selamat buat bapak yg rajin mengembangkan multiple representasinya ..silakan mampir di blog saya ..! yang ada ditautan referens bpk sudah di suspend ..trims

    • Terimaksih Ibu Ida Farida atas koment nya… terimakasih sudah diingatkan, dan langsung saya edit lagi, termasuk tautan blog ibu yang ada di reference. Saya sering kok bu mengunjungi blog ibu, malah sejak tahun 2010. Tapi memang saya tidak pernah memberikan komentar. Dulu waktu seminar di UII (th 2011) saya lihat ada nama ibu, tapi ternyata ibu tidak datang. Kata teman ibu, ibu sedang tidak sehat. Sebenarnya waktu itu saya pengen diskusi sama ibu….
      Sekali lagi terimakasih ya bu… Selamat juga untuk ibu yang sudah banyak memberikan ilmu via tulisan2 ibu diblog, dan sangat bermanfaat.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: