Oleh: sunyonoms | Januari 3, 2013

LOOKING FOR SIDES INTERESTINGLY CHEMISTRY: “ART IN CHEMISTRY, MAY BE…?”

Untuk Cover_3

BY: SUNYONO

It does not seem right if it was thought or view that the chemical was scary, not interesting, and frustrating. This assumption can be countered, as long as we are observant and creative in finding interesting side of the chemical itself. If we are creative, every concept in chemistry can be made short story, poem, or song, as long as we have the will to summarize the meaning of each concept by well. We as chemist people that should be demonstrated that the chemistry was wonderful and exciting. If we claim to be chemistry people, it must at every step and breath we have to show that we really as genuine chemistry man. When we are going to teach chemistry that we need to think about is looking at the sides of the highlights of the chemical material that will be discussed in class. Keep in mind that anything would be interesting, if we see something interesting from the side and it can only be created when we try and are keen to see the sides of the pull.

Teachers may bring chemical material is not interesting, but the foresight of the teacher in seeing interesting side of the material’s chemistry, the chemistry lesson was fun to followed. The question is where the actual location of the interesting chemistry? On this occasion, the author would like to invite you to search and pull sides of chemistry and subsequently performed with the creative learning, that is expected to change the image of a person does not like turns into love chemistry, from difficult into easy, from scary into fun. In addition, learners can see the phenomena that occur in the vicinity and the application of chemistry in life, so that eventually we will be able to say to everyone that “the chemistry was fun …!”. Well now .. how we can see the sides of the highlights of the chemistry…?. The author will give a little explanation and examples of poetry of chemistry in Indonesian.

Penjelasan Singkat.
Untuk dapat melihat sisi menariknya kimia, maka kita harus peka, kritis, dan kreatif terhadap fenomena yang ada di sekitar kita. Tentu saja ini semua dilakukan dengan menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan. Keseimbangan otak kiri dan kanan sangat diperlukan dalam pembelajaran untuk menghasilkan proses pembelajaran yang bermutu. Namun, dalam pendidikan kita yang terjadi selama ini adalah sebaliknya pada umumnya pembelajaran yang dilakukan lebih banyak melalui cara-cara yang bersifat verbal dan matematis. Artinya pembelajaran lebih banyak berorientasi pada otak kiri, meskipun ini tidak disadari oleh guru maupun dosen. Akibat dari proses pembelajaran yang lebih banyak mengutamakan informasi yang bersifat verbal (otak kiri yang lebih banyak bekerja), peserta didik mengalami kesulitan di dalam menerjemahkan berbagai diagram sub-mikro, sehingga daya imajinasi siswa/mahasiswa tidak berkembang.

Otak manusia itu terbagi ke dalam dua bagian utama, yaitu kanan dan kiri. Otak sebelah kanan adalah bagian otak yang berkaitan dengan imajinasi, estetika, intuisi, musik, seni. Sebaliknya, otak sebelah kiri adalah otak yang berkaitan dengan logika, rasio, dan penalaran, serta banyak digunakan dan dikembangkan. Banyak materi kimia yang dapat digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan otak sebelah kanan, diantaranya dengan cara memahami konsep-konsep kimia melalui cerita, puisi, atau nyanyian, atau mengintegrasikannya dengan seni-seni tradisional. Dengan demikian, keseimbangan otak kanan dan kiri dapat dilakukan dalam setiap pembelajaran. Tidak percaya? Pada buku yang penulis tulis dengan judul: “Serba-Serbi: Mengajarkan Kimia dengan Imajinasi, Menyenangkan, dan Berkarakter”, memberikan beberapa contoh cerita pendek kimia, puisi kimia, dan humor kimia. Dengan demikian ternyata bahwa ilmu kimia pun mampu mengembangkan otak sebelah kanan melalui kreativitas seni. Dalam tulisan di blog ini, penulis hanya memberikan 1 contoh puisi kimia.

Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah apakah dan bagaimanakah seni dan kimia itu berhubungan? Perlukah kita peduli terhadap kualitas hubungan itu? Bila kita baca buku yang ditulis oleh Greenberg, B.R. and Dianne P., (2008), berjudul: Art in Chemistry; Chemistry in Art, nampak bahwa ada hubungan logis antara seni dan kimia. Ada ruang bagi siapa saja yang berbakat dan kreatif untuk mengekspresikan pemahaman tentang konsep-konsep abstrak kimia dalam karya seni, baik secara lisan, tulis, maupun pendengaran (musik). Bagi guru yang kreatif dan imajinatif bisa mencoba mengekspresikan dalam bentuk-bentuk yang baru, misalnya dengan mengekspresikan konsep kimia dalam lagu, puisi, cerpen, maupun seni-seni lainnya (seni tradisional misalnya). Dengan demikian, siswa yang sedang belajar kimia dapat memahami bahwa kimia bisa ditampilkan dengan cara yang menyenangkan, tidak membosankan, tidak menakutkan, dan tentu saja jauh dari rasa malas untuk belajar. Suasana baru yang membahagiakan akan selalu memenuhi ruangan-ruangan belajar mereka.

For the example:
Puisi Kimia: “Rindu Alkali pada Halogen
Poem of Chemistry: “Longing Alkali to Halogen”
By Sunyono

Mendengar namamu berdetak jatungku..
Mengalir deras darahku…
Reaksi kimia, aku rindu kehadiranmu…
Menyatukan aku dengan halogen kekasihku…

Halogen ku…..
Desah nafasmu semakin deras terngiang ditelingaku
Kau dan aku ingin menuju kestabilan gas mulia itu
Elektron valensiku tak tahan menunggumu
Ku tahu engkau pun punya naluri menangkap elektronku

Aku ingin reaksi kimia hadir untuk lepaskan elektron di dada
Bergetar rasa rinduku tuk segera bisa bersama
Terimalah pinanganku segera…
Dengan mas kawin elektron valensi yang ku punya

Halogen…..
Aku alkali yang merindu begitu membara…
Datanglah… kita bersatu melalui reaksi kimia
Halogen, perlukah aku datang ke kamarmu saja..
Yang ada di desa SPU golongan 7A

Halogen….
Aku alkali dan alkali tanah saudaraku…
Menantimu membentuk ikatan baru
Ikatan ionik di dalam hatiku dan hatimu
Jiwaku ingin menjadi elektrolit kuat bersamamu
Dan kita pancarkan nyala lampu elektrolit tester di hati ku dan hatimu

Halogen….
Jangan tinggalkan aku…
Ku tak ingin redup bagaikan elektrolit lemah itu
Ku tak ingin mati seperti non elektrolit yang tak bisa nyalakan lampu
Aku ingin bersamamu selamanya…
Stabil seperti gas mulia….
=======ooooo=======

Puisi kimia yang berjudul ”rindu alkali pada halogen” ini berisi konsep tentang pembentukan ikatan ionik antara unsur-unsur alkali, baik alkali (golongan IA) maupun alkali tanah (golongan IIA) dengan unsur-unsur yang ada pada golongan VIIA (unsur-unsur halogen). Ikatan kimia terjadi diantara atom-atom tersebut bertujuan mencapai kestabilan seperti gas mulia dengan elektron valensi 2 atau 8. Pembentukan ikatan ion anatara unsur alkali atau alkali tanah dengan unsur halogen dapat menghasilkan senyawa ionik dan dinamakan garam, yang bila larut dalam air akan menghasilkan larutan elektrolit kuat. Dengan puisi ini diharapkan siswa/mahasiswa memiliki ketertarikan dalam mempelajari ikatan kimia terutama ikatan ion, larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.

Contoh-contoh lainnya “Art in Chemistry or Chemistry in Art” baca bukunya. Judul: “Serba-Serbi: Mengajarkan Kimia dengan Imajinasi, Menyenangkan, dan Berkarakter”. Bagian 4 (Bab 4). Penulis: Drs. Sunyono, M.Si.

CATATAN TAMBAHAN: Mengajarlah dengan senyum, responlah apa yang muncul dari siswa/mahasiswa Anda dengan senyuman, karena senyum pun merupakan bagian dari seni. Seni itu menyenangkan dan membuat orang bahagia, begitu pula senyuman. Tanpa senyuman, seni rasanya hambar…!!
Mengajar dg Senyum_1
(Contextual teaching and accompanied with jokes chemistry).

Mengajar dg Senyuman_2
(Imagination of students and review of faculty with a smile)

Mengajar dg Senyum_3
(The material is difficult, but the smile makes it easier)

Referensi:
1. Greenberg, B.R. and Dianne P., 2008. Art in Chemistry; Chemistry in Art. Second Edition. Teacher Ideas Press. Westport. London.
2. Grilli, M. D., & Glisky, E. L., 2010. Self-imagination enhances recognition memory in memory impaired individuals with neurological damage. Neuropsychology, 24,(6)., p. 698–710.


Responses

  1. Pak, d minute kita bisa dapetin buku yg bapak tulis?

    • Ilga, Insya Alloh, pada acara bazar & pameran dalam rangka perayaan hari Jadi FKIP Unila dari tanggal 5 – 16 Januari 2013 bukunya sudah terbit dan dipamerkan. Atau bisa di dapat pada saat pertemuan alumni PMIPA FKIP Unila tanggal 13 Januari 2013. Atau bila sudah terbit bisa pesan via email. Thanks..

  2. sungguh meng inspirasi sekali pak…. salut buat pak nyono.

  3. Luar biasa pak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: