Oleh: sunyonoms | September 24, 2013

3. Mengapa Susu Magnesia dapat Berfungsi sebagai Antasid?

Suatu senyawa yang mengandung magnesium (susu magnesium) seringkali dijadikan obat-obatan sehari-hari. Apa yang membuat susu magnesium dapat menjadi antasida yang efektif?
Dalam farmakologi, kata “susu” merujuk pada suatu suspensi berair dari obat tak larut dalam air (water-insoluble). Susu antasida magnesium berisi larutan jenuh garam magnesium hidroksida. Magnesium hidroksida tidak mudah larut dalam air, dan larutan jenuh zat ini hanya berarti bila magnesium hidroksida ditambahkan ke dalam air yang cukup banyak sehingga tidak semua zat padat yang ada pada susu magnesium akan larut. Alih-alih padatan akan mengendap ke dasar wadah dan partikel-partikel padat lainnya tetap tersuspensi dalam larutan, sehingga dapat dikarakterisasi sebagai “susu”.
Sejumlah kecil magnesium hidroksida yang tidak larut dalam air akan menghasilkan komponen basa (ion hidroksida) yang akan menetralkan asam dalam perut. Secara kimiawi, kelarutan (S) dari magnesium hidroksida (dalam satuan mol per liter) dapat dihitung dari konstanta kesetimbangan (produk kelarutan) pada pelarutan garam. Untuk (S) sama dengan mol per liter Mg(OH)2 terlarut: REAKSI SUSU MAGNESI
Dengan berat molekul magnesium hidroksida sebesar 58,3 g/mol, kelarutannya setara dengan 8,36 mg per liter. Misalnya, produk Bayer: “Original Phillips’ Milk of Magnesia” mengandung 400 mg magnesium hidroksida per sendok teh (volume diperkirakan 5 ml) atau 8,00 x 104 mg per liter. Jelas susu magnesium tersebut adalah larutan jenuh! Dari jumlah Mg(OH)2 terlarut, pH larutan dapat ditentukan:
Ph SUSU MAGNESIA_2
Sifat alkali dari larutan jenuh Mg(OH)2 menghasilkan kemampuan sebagai antasid pada obat tersebut yang lebih efektif dibanding antasida yang lain. Perlu diingat bahwa karena hanya sedikit jumlah Magnesium yang diserap, penggunaan sediaan magnesium pada penderita ginjal, sebaiknya berhati-hati, karena ion magnesium dalam usus akan diabsorpsi dan cepat diekskresi melalui ginjal. Larutan jenuh Mg(OH)2 mempunyai efek samping:
a). menyebabkan efek katartik, sebab magnesium yang larut tidak diabsorpsi, tetap berada dalam usus dan akan menarik air.
b). Sebanyak 5 – 10% magnesium diabsorpsi dan dapat menimbulkan kelainan seperti; neurologi, neuromuscular, dan kardiovaskuler (Anonim, 2007).

SUMBER:
1). Anonymous2. 2007. Catatan kuliah Farmakologi Dasar “Antasida”. Pada situs: http://www.portal.htm. Diakses: 22 Desember 2012.
2). Karukstis, K.K. & Gerald, R.V.H. 2003. Chemistry Connections. Second Edition Senior Publishing Editor. Elsevier Science. USA.
3). Lister, T., 1994. Classic Chemistry Demonstrations. Published by the Education Division, The Royal Society of Chemistry. London.
4). Shakhashiri, B.Z., 1983. Chemical Demonstrations: “A Handbook for Teachers of Chemistry.” Univ of Wisconsin Press.
5). Sunyono, 2013. Serba-Serbi Mengajarkan Kimia dengan Imajinasi, Menyenangkan, dan Berkarakter (Pesona Kimia_1). Penerbit: Aura-Publishing. Bandar Lampung.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: