MERUMUSKAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TEMATIK UNTUK PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

By: Sunyono

Sebagaimana telah saya uraikan pada tulisan saya sebelumnya, bahwa esensi dari Kurikulum 2013 adalah keseimbangan antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Dalam hal ini sikap harus menjadi dasar utama yang menyelimuti keterampilan dan pengetahuan, dalam arti sikap harus dapat memandu keterampilan dan pengetahuan. Bagaimana dalam implementasi pembentukan sikap tersebut? Dalam proses perancangan RPP dan pelaksanaan pembelajaran di kelas, sikap diintegrasikan dalam aktivitas keterampilan dan pengetahuan. Sikap yang dimaksud meliputi sikap spiritual dan sikap sosial.
Dalam Kurikulum 2013, standar kompetensi lulusan (SKL) dirumuskan ke dalam tiga domain di atas, yaitu (1) sikap dan prilaku (meliputi: menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, mengamalkan); (2) keterampilan (meliputi: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta); dan (3) pengetahuan (meliputi: mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi).

Berdasarkan SKL tersebut, dirumuskan kompetensi inti (KI) dan dari KI diturunkan ke dalam kompetensi dasar (KD). Kompetensi inti tersebut meliputi, yaitu kompetensi inti 1 (KI 1) tentang sikap spritual, kompetensi inti 2 (KI 2) tentang sikap sosial, kompetensi 3 (KI 3) tentang pengetahuan, dan kompetensi 4 (KI 4) tentang keterampilan. Oleh sebab itu, urutan kompetensi inti dalam Kurikulum 2013 adalah sikap spritual (KI-1), sikap sosial (KI-2), pengetahuan (KI-3) dan keterampilan (KI-4). Meskipun urutan KI tersebut seperti itu, namun dalam perancangan dan pelaksanaan pembelajaran hendaknya dimulai dari KI-3 menuju KI-4. Keterampilan hanya dapat dibangun dengan hasil yang baik melalui pengetahuan (pelukis, penyanyi, olahragawan pasti memiliki pengetahuan yang memadai tentang keterampilan yang ditekuninya). Keterampilan yang tidak melalui proses pengetahuan (KI-3) tidak akan menghasilkan karya yang baik (Materi Sosialisasi Implementasi Kurikulm 2013, slide 8). Dalam proses perolehan pengetahuan dan keterampilan, sikap diintegrasikan sehingga seluruh mata pelajaran diorientasikan memiliki kontribusi terhadap pembentukan sikap. Selanjutnya dari KI 4 berlanjut ke KI 2, kemudian KI 1). Dengan demikian, dalam proses perancangan (menyusun RPP) dan pelaksanaan pembelajaran di kelas, alur yang digunakan adalah diawali dengan KD dari KI-3 menuju KD dari KI 4 dan selanjutnya memberikan dampak terhadap terbentuknya KD pada KI-2 dan KD pada KI-1.

Sebagai bekal teman-teman dalam menyongsong Kurikulum 2013, saya akan mencoba mengimplementasikan Kurikulum 2013 ke dalam bentuk RPP Tematik untuk sekolah dasar (SD). Sebagai contoh saya ambil Tema: “Diriku” dan Sub-tema: “Aku dan Teman Baru” Kelas 1 SD semester 1. Sebelum saya memberikan uraian dan contoh cara menyusun RPP pada tema tersebut, saya sampaikan lebih dahulu kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) pada pembelajaran 2 ((integrasi PPKn, Bahasa Indonesia, dan Matematika). Integrasi KD dari beberapa bidang studi tersebut dapat dilihat pada “Buku Guru” kelas 1 (Tema 1: Diriku, halaman 8). KI dan KD pada buku tersebut diambil dari Salinan Lampiran Permendikbud No. 67 Tahun 2013, halaman 62 – 86 (silahkan download pada link di bawah). Perlu di catat bahwa KI dan KD yang tercantum dalam Buku Guru perlu disesuaikan lagi dengan KI dan KD pada Salinan Lampiran Permendikbud No. 67 Tahun 2013, selanjutnya indikator yang ada pada buku tersebut perlu dikembangkan, karena indikator tersebut hanyalah sekedar contoh bagaimana merumuskan indikator yang diturunkan dari KD.

Pembahasan teknik penyusunan RPP yang saya uraikan berikut ini adalah hasil interpretasi saya terhadap Dokumen Kurikulum 2013 dan perangkatnya, serta hasil dari sosialisasi dan workshop implementasi Kurikulum 2013 yang diselengggarakan selama 2 hari (tanggal 2 – 3 Agustus 2013) di Aula K FKIP Universitas Lampung. Dengan demikian, jika ada kekeliruan atau kekurang tepatan dalam menyajikan pembahasan dan contoh, mohon masukannya via email: sunyono_ms@yahoo.com, atau silahkan dikomentari, dengan rasa senang, saya sangat mengharapkannya.

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Yang Diintegrasikan Dalam Tema: “Diriku,” Sub-Tema: “Aku dan Teman Baru,” Untuk Pembelajaran 2 (Pertemuan ke-2)

1). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Kompetensi Inti 1 (KI 1): Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
Kompetensi Dasar (KD 1.1):
1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah.

Kompetensi Inti 2 (KI 2): Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
Kompetensi Dasar (KD):
2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah.

Kompetensi Inti 3 (KI 3): Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, dan membaca), dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, mahluk ciptaan Tuhan, dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
Kompetensi Dasar (KD):
3.2 Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah.

Kompetensi Inti 4 (KI 4): Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan perilaku anak bermain dan berakhlak mulia.
Kompetensi Dasr (KD):
4.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah

2). Bahasa Indonesia
Kompetensi Inti 1 (KI 1): Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
Kompetensi Dasar (KD):
1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah.

Kompetensi Inti 2 (KI 2): Memiliki Perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
Kompetensi Dasar (KD):
2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah.

Kompetensi Inti 3 (KI 3): Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, dan membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, mahluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
Kompetensi Dasar (KD):
3.4 Mengenal teks cerita diri/personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.

Kompetensi Inti 4 (KI 4): Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan perilaku anak bermain dan berakhlak mulia.
Kompetensi Dasar (KD):
4.4. Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian

3). Matematika
Kompetensi Inti 1 (KI 1): Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
Kompetensi Dasar (KD): 1.1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

Kompetensi Inti 2 (KI 2): Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
Kompetensi Dasar (KD):
2.2 Memiliki rasa ingin tahu dan ketertarikan pada matematika yang terbentuk melalui pengalaman belajar.

Kompetensi Inti 3 (KI 3): Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, dan membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, mahluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah.
Kompetensi Dasar (KD):
3.2 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain

Kompetensi Inti 4 (KI 4): Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan perilaku anak bermain dan berakhlak mulia.
Kompetensi Dasar (KD):
4.3 Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait dengan aktivitas sehari-hari serta memeriksa kebenarannya.

Contoh Penyusunan RPP Tematik

Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah rambu-rambu penyusunan RPP. Anda tidak perlu berdebat masalah format, namun yang harus diperhatikan adalah aspek-aspek apa saja yang harus ada dalam RPP. Untuk rambu-rambu penyusunan RPP silahkan download pada link di bawah. Berikut saya contohkan langkah-langkah merumuskan RPP tematik untuk Pembelajaran_2 (Pertemuan ke-2) Kelas 1 semester 1 dengan tema: “Diriku” dan subtema: “Aku dan teman baru.”

LANGKAH 1:
Setelah Anda menuliskan: identitas Sekolah, identitas mata pelajaran, kelas/semester, materi pokok, dan alokasi waktu. Kumidian, kita tentukan KD dari KI 3 (pengetahuan), bisa kita ambil dari silabus atau salinan Lampiran Permendikbud No. 67 Tahun 2013. Berdasarkan KD dari KI 3 tersebut, kita coba kaitkan dengan keterampilan apa yang harus dicapai oleh siswa dengan melihat KD dari KI 4 yang sesuai, selanjutnya melalui KD dari KI 3 dan KD dari KI 4 kita kaitkan sikap apa yang dapat dibentuk melalui pembelajaran tersebut. Untuk memudahkan kita lihat dulu KD dari KI 2 (sikap sosial), lalu kita pilih KD dari KI 2 tersebut yang sesuai. Jika pembelajaran tersebut mengandung atau dapat dikaitkan dengan sikap spiritual, maka kita perlu mengambil KD dari KI 1 untuk dapat dicapai oleh siswa (dalam hal ini, jika dari KD KI 3 dan KI 4 tidak dapat dikaitkan dengan sikap spiritual, maka tidak perlu dipaksakan ada KI 1). Selanjutnya, urutkan sesuai dengan urutan KI dalam penulisan di RPP, yaitu dimulai dengan KD dari KI 1 (jika ada), KD dari KI 2, KD dari KI 3, lalu KD dari KI 4. Selanjutnya dari KD-KD tersebut kita turunkan ke dalam indikator2 ketercapaian kompetensi.

Untuk lebih memudahkan dalam merumuskan indikator apakah sesuai dengan KD yang telah ditetapkan atau tidak, sebaiknya setelah kita menetapkan KD kita rumuskan indikatornya. Perhatikan contoh berikut:

Contoh: Salah satu KD (kompetensi dasar) dari KI 3:
PPKn
3.2 Mengenal tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah.
Indikator:
• Siswa tertib dalam mengikuti pembelajaran dan permainan
• Siswa dapat mematuhi aturan dalam permainan.

Bahasa Indonesia
3.4. Mengenal teks cerita diri/personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.
Indikator:
• Mengidentifikasi diri dan keluarga
• Menuliskan nama keluarga, seperti ayah, ibu, dan kakak/adik (jika ada).
• Mengidentifikasi nama teman
• Menyebutkan identitas teman
• Menuliskan nama teman

Matematika
3.2 Mengenal bilangan asli sampai 99 dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain.
Indikator:
• Menghitung banyak benda 1-5 dengan teliti
• Menunjukkan benda yang sesuai dengan bilangan yang ditentukan.
• Menuliskan lambang bilangan 1 – 5.

Berdasarkan KD 3.2 (PPKn), KD 3.4 (Bahasa Indonesia), dan KD 3.2 (Matematika) dan indikatornya di atas, kita dapat mengkaitkan dengan KI 4 (keterampilan) dan KD-nya, lalu kita rumuskan indikatornya.

Kompetensi Dasar (dari KI 4):
PPKn
4.2 Melaksanakan tata tertib di rumah dan di sekolah
Indikator:
• Menjalankan peraturan pada permainan di sekolah dengan baik
• Mematuhi semua aturan yang diberikan dalam permainan

Bahasa Indonesia
4.4. Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian.
Indikator:
• Bercerita tentang diri dan keluarga
• Menuliskan identitas teman yang telah dikenalnya
• Membacakan identitas teman.

Matematika
4.3 Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan terkait dengan aktivitas sehari-hari serta memeriksa kebenarannya.
Indikator:
• Menghitung kembali benda-benda dari 1 – 5.
• Menghitung jumlah benda yang tersisa jika benda tersebut dikurangi (5 benda – 1 benda, dan lain-lain).

Langkah berikutnya adalah kita tetapkan KD dari KI 2 dan KI 1 yang dapat dibentuk melalui pembelajaran KD dari KI 3 dan KI 4 tersebut. Dalam hal ini, sikap yang dapat dibentuk dalam pembelajaran adalah sesuai dengan KD 2.1 (dari KI 2) dan KD 1.1 (dari KI 1).

Kompetensi Dasar (dari KI 2):
PPKn
2.2 Menunjukkan perilaku patuh pada tata tertib dan aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah.
Indikator:
• Mematuhi semua aturan yang diberikan dengan penuh disiplin

Bahasa Indonesia
2.3 Memiliki perilaku santun dan sikap kasih sayang melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah.
Indikator:
• Berbicara dengan bahasa yang santun.
• Memberikan koreksi bila ada teman yang salah dalam menulis (menunjukkan rasa kasih sayang pada teman).

Matematika
2.2 Memiliki rasa ingin tahu dan ketertarikan pada matematika yang terbentuk melalui pengalaman belajar.
Indikator:
• Rasa ingin tahu dengan berusaha bertanya pada teman atau guru tentang lambang bilangan dari 1 sampai 99.
• Ulet dalam belajar, selalu bertanya pada guru atau teman jika mengalami kesulitan.

Kompetensi Dasar (dari KI 1):
PPKn
1.1 Menerima keberagaman karakteristik individu dalam kehidupan beragama sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah dan sekolah.

Bahasa Indonesia
1.1 Menerima anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang dikenal sebagai bahasa persatuan dan sarana belajar di tengah keberagaman bahasa daerah.

Matematika
1.1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

Indikator:
• Mengagungkan kebesaran Tuhan YME
• Dengan mematuhi peraturan, siswa dapat terbiasa menjalankan ibadah sesuai agamanya dengan tepat waktu.
• Mensyukuri kebesaran Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dengan berbagai ciri, sehingga tidak satu manusiapun yang sama persis.
• Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan YME adalah yang terbaik bagi kita.

Indikator yang saya rumuskan di atas hanyalah sekedar contoh, indikator-indikator tersebut masih dapat Anda kembangkan lagi, atau Anda dapat saja menyesuaikan dengan kebutuhan siswa Anda dan yang paling penting adalah ketercapaian kompetensi (KD dan KI).

LANGKAH 2:
Setelah kita menetapkan KD dan indikator untuk KI 3 dan KI 4, lalu KD dari KI 2 dan KI 1, kemudian kita tuliskan di RPP dengan mengurutkan dimulai dengan KD dari KI 1 sampai KD dari KI 4. Selanjutnya, rumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan indikator di atas (utamakan dulu indikator dari KD pada KI 3). Berdasarkan indikator dari KD pada KI 3 kita dapat mengintegrasikan indikator dari KI yang lain dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Perlu diperhatikan dalam merumuskan tujuan pembelajaran, hendaknya menggunakan kaidah a (audien), b (behavior), c (condition), dan d (degree), bukan hanya menambahkan kata “siswa dapat” pada indikator. Perhatikan contoh berikut ini:

Tujuan Pembelajaran
PPKn:
1. Melalui suatu permainan, siswa dapat mengikuti pembelajaran dan menjalankan permainan secara tertib.
2. Dengan melakukan permainan, siswa dapat mematuhi peraturan di sekolah dan di rumah dengan baik.
3. Dengan mematuhi peraturan, siswa dapat terbiasa menjalankan ibadah sesuai agamanya dengan tepat waktu.

Bahasa Indonesia:
1. Dengan melakukan permainan, siswa dapat mengidentifikasi diri dan keluarga dengan bahasa yang baik dan santun.
2. Setelah melakukan permainan, secara mandiri siswa dapat menuliskan nama ayah, ibu, dan kakak/adik (jika ada) dengan benar.
3. Dengan melakukan permainan, siswa dapat mengidentifikasi nama teman baru dengan tepat dan dengan bahasa yang santun.
4. Setelah melakukan permainan, siswa dapat menyebutkan nama temannya dengan jujur.
5. Setelah melakukan permainan, secara mandiri siswa dapat menuliskan nama temannya dengan benar.
6. Setelah melakukan permainan, secara mandiri siswa dapat membacakan identitas teman dengan benar dan jujur.
7. Dalam suatu permainan, siswa menunjukkan rasa kasih sayang pada temannya dengan memberikan koreksi terjadap keslahan teman dalam menulis dengan bahasa yang santun.
8. Dengan melakukan permainan, siswa dapat mensyukuri kebesaran Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dengan berbagai ciri, sehingga tidak satu manusiapun yang sama persis.

Matematika:
1. Dengan melakukan permainan, siswa dapat menunjukkan benda-benda yang sesuai dengan lambang bilangan yang telah ditentukan secara tepat.
2. Dengan melakukan permainan, siswa dapat menghitung banyak benda 1 – 5 dengan benar.
3. Setelah melakukan permainan, secara mandiri siswa dapat menuliskan lambang bilangan dengan benar.
4. Setelah melakukan permainan, secara mandiri siswa dapat menghitung banyaknya benda-benda yang tersisa jika benda tersebut dikurangi (5 benda – 1 benda).
5. Dalam suatu permainan, siswa menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan bertanya jika mengalami kesulitan.
6. Melalui suatu permainan, siswa akan selalu mengagungkan akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan beraneka ragam benda-benda.
7. Melalui suatu permainan, siswa dapat menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan YME adalah yang terbaik bagi kita.

LANGKAH 3: Menetapkan materi pembelajaran, pendekatan/metode pembelajaran, media, dan sumber pembelajaran.
Dalam menetapkan pendekatan/metode pembelajaran, Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan scientific (meliputi: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata pelajaran) (Sudarwan, 2013). Komponen-komponen penting dalam mengajar melalui penggunaan pendekatan scientific (McCollum : 2009) adalah
• Menyajikan pembelajaran yang dapat meningkatkan rasa keingintahuan (Foster a sense of wonder),
• Meningkatkan keterampilan mengamati (Encourage observation),
• Melakukan analisis (Push for analysis) dan
• Berkomunikasi (Require communication)

LANGKAH 4: Menatapkan langkah-langkah pembelajaran (skenario pembelajaran) sesuai dengan pendekatan, strategi, dan metode yang dipilih.
Misalnya dalam RPP yang akan dicontoh berikut ini:
Pendekatan : Scientific
Strategi : Kolaboratif & Kooperatif
Metode : permainan, diskusi, latihan, dan penugasan.

LANGKAH 5 (TERAKHIR): adalah merumuskan penilaian terhadap hasil pembelajaran yang meliputi penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Hasil RPP yang dirumuskan dapat Anda download pada link di bawah, tapi ingat ini hanyalah contoh yang coba saya rumuskan berdasarkan hasil workshop selama 2 hari di FKIP Unila. Jika kurang baik, bisa Anda sempurnakan, dan jika sudah baik silahkan Anda tiru sebagai acuan.

Silahkan download beberapa dokumen berikut:
1. CONTOH RPP TEMATIK KELAS 1 SD
2. 05. B. Salinan Lampiran Permendikbud No. 67 th 2013 ttg Kurikulum SD
3. ## IMPEMENTASI KURIKULUM 2013.
4. 3.1.1 Rambu-Rambu Penyusunan RPP tematik

Iklan
Oleh: sunyonoms | Agustus 5, 2013

JOSEPH LOUIS PROUST (1754-1826)

A History of Science

1799 – France

A MIXTURE VERSUS A COMPOUND. (Robert L. Wolke)

‘Chemical compounds contain elements in definite proportions by mass’

Proust’s law is now referred to as the law of constant composition or the law of definite proportions.

Claude Berthollet (1748-1822), then the recognised leader of science in France, rejected Proust’s law. Berthollet believed that the force of chemical affinity, like gravity, must be proportional to the masses of acting substances. He suggested that the composition of chemical compounds could vary widely. Proust showed that Berthollet’s experiments were not done on pure compounds, but rather on mixtures. Thus for the first time a clear distinction was made between mixtures and compounds.

When Dalton proposed his atomic theory, Proust’s law helped to confirm the hypothesis. According to Dalton, atoms would always combine in simple whole number ratios. For example, all water molecules are alike, consisting of two atoms of hydrogen and one atom of oxygen. Therefore, all water has the same composition.

Lihat pos aslinya 64 kata lagi

Esensi dari Kurikulum 2013 adalah keseimbangan antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Dalam hal ini sikap harus menjadi dasar utama yang menyelimuti keterampilan dan pengetahuan, dalam arti sikap harus dapat memandu keterampilan dan pengetahuan. Bagaimana dalam implementasi pembentukan sikap tersebut? Dalam proses perancangan RPP dan pelaksanaan pembelajaran di kelas, sikap diintegrasikan dalam aktivitas keterampilan dan pengetahuan. Sikap yang dimaksud meliputi sikap spiritual dan sikap sosial.
Dalam Kurikulum 2013, standar kompetensi lulusan (SKL) dirumuskan ke dalam tiga domain di atas, yaitu (1) sikap dan prilaku (meliputi: menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, mengamalkan); (2) keterampilan (meliputi: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji, menalar, mencipta); dan (3) pengetahuan (meliputi: mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi).

Berdasarkan SKL tersebut, dirumuskan kompetensi inti (KI) dan dari KI diturunkan ke dalam kompetensi dasar (KD). Kompetensi inti tersebut meliputi, yaitu kompetensi inti 1 (KI 1) tentang sikap spritual, kompetensi inti 2 (KI 2) tentang sikap sosial, kompetensi 3 (KI 3) tentang pengetahuan, dan kompetensi 4 (KI 4) tentang keterampilan. Oleh sebab itu, urutan kompetensi inti dalam Kurikulum 2013 adalah sikap spritual (KI-1), sikap sosial (KI-2), pengetahuan (KI-3) dan keterampilan (KI-4). Meskipun urutan KI tersebut seperti itu, namun dalam perancangan dan pelaksanaan pembelajaran hendaknya dimulai dari KI-3 menuju KI-4. Keterampilan hanya dapat dibangun dengan hasil yang baik melalui pengetahuan (pelukis, penyanyi, olahragawan pasti memiliki pengetahuan yang memadai tentang keterampilan yang ditekuninya). Keterampilan yang tidak melalui proses pengetahuan (KI-3) tidak akan menghasilkan karya yang baik (Materi Sosialisasi Implementasi Kurikulm 2013, slide 8). Dalam proses perolehan pengetahuan dan keterampilan, sikap diintegrasikan sehingga seluruh mata pelajaran diorientasikan memiliki kontribusi terhadap pembentukan sikap. Selanjutnya dari KI 4 berlanjut ke KI 2, kemudian KI 1). Dengan demikian, dalam proses perancangan (menyusun RPP) dan pelaksanaan pembelajaran di kelas, alur yang digunakan adalah diawali dengan KD dari KI-3 menuju KD dari KI 4 dan selanjutnya memberikan dampak terhadap terbentuknya KD pada KI-2 dan KD pada KI-1.

Sebagai bekal teman-teman dalam menyongsong Kurikulum 2013, saya akan mencoba mengimplementasikan Kurikulum 2013 ke dalam bentuk RPP untuk mata pelajaran peminatan bidang Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam, khususnya Mata Pelajaran Kimia SMA/MA. Sebagai contoh saya ambil Mata Pelajaran Kimia Kelas X untuk KD 3.11 (artinya KD 11 dari KI 3). Sebelum saya memberikan uraian dan contoh cara menyusun RPP pada bidang studi kimia kelas X, saya sampaikan lebih dahulu kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) kelas X yang saya ambil dari Salinan Lampiran Permendikbud No. 69 Tahun 2013, halaman 164 – 166 (silahkan download pada link di bawah).

Pembahasan teknik penyusunan RPP yang saya uraikan berikut ini adalah hasil interpretasi saya terhadap Dokumen Kurikulum 2013 dan perangkatnya, serta hasil dari sosialisasi dan workshop implementasi Kurikulum 2013 yang diselengggarakan selama 2 hari (tanggal 2 – 3 Agustus 2013) di Aula K FKIP Universitas Lampung. Dengan demikian, jika ada kekeliruan atau kekurang tepatan dalam menyajikan pembahasan dan contoh, mohon masukannya via email: sunyono_ms@yahoo.com, atau silahkan dikomentari, dengan rasa senang, saya sangat mengharapkannya.

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kimia Kelas X (Kurikulum 2013)

Kompetensi Inti 1 (KI 1): Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Kompetensi Dasar (KD 1.1):
1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.

Kompetensi Inti 2 (KI 2): Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Kompetensi Dasar (KD):
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.

Kompetensi Inti 3 (KI 3): Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Kompetensi Dasar:
3.1 Memahami hakikat ilmu kimia, metode ilmiah dan keselamatan kerja di laboratorium serta peran kimia dalam kehidupan.
3.2 Menganalisis perkembangan model atom.
3.3 Menganalisis struktur atom berdasarkan teori atom Bohr dan teori mekanika kuantum.
3.4 Menganalisis hubungan konfigurasi elektron dan diagram orbital untuk menentukan letak unsur dalam tabel periodik dan sifat-sifat periodik unsur.
3.5 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion, molekul) materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi.
3.6 Menganalisis kepolaran senyawa.
3.7 Menganalisis teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom (Teori Domain Elektron) untuk menentukan bentuk molekul.
3.8 Menganalisis sifat larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
3.9 Menganalisis perkembangan konsep reaksi oksidasi- reduksi serta menentukan bilangan oksidasi atom dalam molekul atau ion.
3.10 Menerapkan aturan IUPAC untuk penamaan senyawa anorganik dan organik sederhana.
3.11 Menerapkan konsep massa molekul relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar kimia, dan konsep mol untuk menyelesaikan perhitungan kimia.

Kompetensi Inti 4 (KI 4): Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan diri yang dipelajari di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar:
4.1 Menyajikan hasil pengamatan tentang hakikat ilmu kimia, metode ilmiah dan keselamatan kerja dalam mempelajari kimia serta peran kimia dalam kehidupan..
4.2 Mengolah dan menganalisis perkembangan model atom.
4.3 Mengolah dan menganalisis struktur atom berdasarkan teori atom Bohr dan teori mekanika kuantum.
4.4 Menyajikan hasil analisis hubungan konfigurasi elektron dan diagram orbital untuk menentukan letak unsur dalam tabel periodik dan sifat-sifat periodik unsur.
4.5 Mengolah dan menganalisis perbandingan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion, molekul)materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi.
4.6 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan kepolaran senyawa.
4.7 Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom (Teori Domain Elektron).
4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk mengetahui sifat larutan elektrolit dan larutan non- elektrolit.
4.9 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan reaksi oksidasi-reduksi.
4.10 Menalar aturan IUPAC dalam penamaan senyawa anorganik dan organik sederhana.
4.11 Mengolah dan menganalisis data terkait massa molekul relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar kimia, dan konsep mol untuk menyelesaikan perhitungan kimia.

Contoh Penyusunan RPP Kimia Kelas X
Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah rambu-rambu penyusunan RPP. Anda tidak perlu berdebat masalah format, namun yang harus diperhatikan adalah aspek-aspek apa saja yang harus ada dalam RPP. Untuk rambu-rambu penyusunan RPP silahkan download pada link di bawah.

LANGKAH 1:
Setelah Anda menuliskan: identitas Sekolah, identitas mata pelajaran, kelas/semester, materi pokok, dan alokasi waktu. Kumidian, kita tentukan KD dari KI 3 (pengetahuan), bisa kita ambil dari silabus atau salinan Lampiran Permendikbud No. 69 Tahun 2013. Berdasarkan KD dari KI 3 tersebut, kita coba kaitkan dengan keterampilan apa yang harus dicapai oleh siswa dengan melihat KD dari KI 4 yang sesuai, selanjutnya melalui KD dari KI 3 dan KD dari KI4 kita kaitkan sikap apa yang dapat dibentuk melalui pembelajaran (lihat KI 2 dan KI 1). Untuk memudahkan kita lihat dulu KD dari KI 2 (sikap sosial), lalu kita pilih KD dari KI 2 tersebut yang sesuai. Jika pembelajaran tersebut mengandung atau dapat dikaitkan dengan sikap spiritual, maka kita perlu mengambil KD dari KI 1 untuk dapat dicapai oleh siswa (dalam hal ini, jika dari KD KI 3 dan KI 4 tidak dapat dikaitkan dengan sikap spiritual, maka tidak perlu dipaksakan ada KI 1). Selanjutnya, urutkan sesuai dengan urutan KI dalam penulisan di RPP, yaitu dimulai dengan KD dari KI 1 (jika ada), KD dari KI 2, KD dari KI 3, lalu KD dari KI 4. Selanjutnya dari KD-KD tersebut kita turunkan ke dalam indikator2 ketercapaian kompetensi.

Untuk lebih memudahkan dalam merumuskan indikator apakah sesuai dengan KD yang telah ditetapkan atau tidak, sebaiknya setelah kita menetapkan KD kita rumuskan indikatornya. Perhatikan contoh berikut:

Contoh: Salah satu KD (kompetensi dasar) dari KI 3:
3.11 Menerapkan konsep massa molekul relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar kimia, dan konsep mol untuk menyelesaikan perhitungan kimia.

Lalu kita rumuskan indikatornya (berikut hanya contoh, bisa Anda kembangkan lagi atau di sesuaikan dengan kebutuhan siswa Anda):
• Menentukan massa atom relatif unsur
• Menentukan massa molekul relatif/massa rumus relatif suatu senyawa
• Menjelaskan arti persamaan reaksi
• Menentukan koefisien reaksi dalam suatu persamaan reaksi
• Menyetarakan persamaan reaksi
• Menginterpretasikan gambaran reaksi kimia pada level submikroskopik
• Menafsirkan data percobaan untuk membuktikan berlakunya hukum kekekalan massa (Hukum Lavoisier)
• Membuktikan berlakunya hukum perbandingan tetap (Hukum Proust) melalui perhitungan.
• Membuktikan berlakunya hukum kelipatan perbandingan (Hukum Dalton) melalui perhitungan
• Menentukan perbandingan atom-atom penyusun molekul/senyawa.
• Menafsirkan data percobaan untuk membuktikan berlakunya hukum perbandingan volum (Hukum Boyle-Gay Lussac).
• Menafsirkan data percobaan untuk membuktikan berlakunya hipotesis Avogadro
• Menghitung volume gas pereaksi atau hasil reaksi berdasarkan hukum Gay Lussac dan Avogadro.
• Menjelaskan satuan mol sebagai satuan jumlah zat.
• Mengkonversi jumlah mol dengan massa, jumlah partikel, dan volume dari suatu zat.
• Menemukan hubungan antara koefisien reaksi, volume gas, dan jumlah partikel gas.
• Menentukan pereaksi pembatas.
• Menghitung jumlah zat yang terlibat dalam suatu reaksi berdasarkan data-data eksperimen.
• Menentukan rumus molekul suatu zat berdasarkan analisis komponen penyusun zat tersebut.
• Menentukan persen hasil reaksi

Jika Anda lihat indikator yang saya rumuskan di atas, barangkali Anda berpikir… Waduh… banyak amat…!!! Anda tidak perlu pusing, karena indikator tersebut untuk satu KD dari KI 3, artinya bisa digunakan untuk beberapa kali pertemuan (tergantung alokasi waktu yang telah Anda tetapkan berdasarkan analisis KI/KD). Bahkan, kemungkinan indikator tersebut masih dapat dikembangkan lagi oleh Anda, atau Anda dapat saja menyesuaikan dengan kebutuhan siswa Anda dan yang paling penting adalah ketercapaian kompetensi (KD dan KI).

Baiklah…., sebagaimana saya sampaikan di atas bahwa saya ingin memberikan contoh menyusun RPP untuk satu kali pertemuan (pertemuan ke-2 dengan materi pokok hukum-hukum dasar kimia). Dalam hal ini KD dari KI 3 dan indikatornya adalah:

Kompetensi Dasar (dari KI 3):
3.11 Menerapkan konsep massa molekul relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar kimia, dan konsep mol untuk menyelesaikan perhitungan kimia.
Indikator:
• Menafsirkan data percobaan untuk membuktikan berlakunya hukum kekekalan massa (Hukum Lavoisier)
• Membuktikan berlakunya hukum perbandingan tetap (Hukum Proust) melalui perhitungan.
• Membuktikan berlakunya hukum kelipatan perbandingan (Hukum Dalton) melalui perhitungan
• Menentukan perbandingan atom-atom penyusun molekul/senyawa.
• Menafsirkan data percobaan untuk membuktikan berlakunya hukum perbandingan volum (Hukum Boyle-Gay Lussac).
• Menemukan hubungan antara tekanan, suhu, dan volume dari suatu gas pada keadaan tertentu.
• Menafsirkan data percobaan untuk membuktikan berlakunya hipotesis Avogadro
• Menghitung volume gas pereaksi atau hasil reaksi berdasarkan hukum Gay Lussac dan Avogadro.

Berdasarkan KD 3.11 dan indikatornya di atas, kita dapat mengkaitkan dengan KI 4 (keterampilan) dan KD 4.11, lalu kita rumuskan indikatornya.

Kompetensi Dasar (dari KI 4):
4.11 Mengolah dan menganalisis data terkait massa molekul relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar kimia, dan konsep mol untuk menyelesaikan perhitungan kimia.
Indikator:
• Mengolah data percobaan atau inmformasi, sehingga mampu membuktikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia dalam setiap proses perubahan kimia.
• Menganalisis data percobaan atau informasi, sehingga dapat menentukan perbandingan atom penyusun molekul/senyawa dan menentukan volume gas yang terlibat dalam suatu reaksi kimia.

Langkah berikutnya adalah kita tetapkan KD dari KI 2 dan KI 1 yang dapat dibentuk melalui pembelajaran KD dari KI 3 dan KI 4 tersebut. Dalam hal ini, sikap yang dapat dibentuk dalam pembelajaran adalah sesuai dengan KD 2.1 (dari KI 2) dan KD 1.1 (dari KI 1).

Kompetensi Dasar (dari KI 2):
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
Indikator:
• Rasa ingin tahu
• Jujur dalam menggunakan data percobaan untuk membuktikan suatu hukum dasar kimia (menggunakan data apa adanya dan hasilnya sesuai dengan data percobaan).
• Teliti dalam mengolah dan menganalisis data (melakukan pembuktian hukum dasar kimia secara runut dan konsisten terhadap langkah-langkah serta kebenaran hasil).
• Ulet dalam mencari sumber pengetahuan yang mendukung penyelesaian masalah (dapat menyelesaikan masalah secara runut dari awal hingga akhir dengan langkah-langkah yang benar).

Kompetensi Dasar (dari KI 1):
1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator:
• Mengagungkan kebesaran Tuhan YME
• Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan YME adalah yang terbaik bagi kita.

LANGKAH 2:
Setelah kita menetapkan KD dan indikator untuk KI 3, KI 4, lalu KI 2, dan KI 1, kemudian kita tuliskan di RPP dengan mengurutkan dimulai dari KI 1 sampai KI 4. Selanjutnya, rumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan indikator di atas (utamakan dulu indikator dari KD pada KI 3). Berdasarkan indikator dari KD pada KI 3 kita dapat mengintegrasikan indikator dari KI yang lain dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Perlu diperhatikan dalam merumuskan tujuan pembelajaran, hendaknya menggunakan kaidah a (audien), b (behavior), c (condition), dan d (degree), bukan hanya menambahkan kata “siswa dapat” pada indikator. Perhatikan contoh berikut ini:

Tujuan Pembelajaran
1. Setelah mengamati kegiatan demonstrasi atau percobaan, secara mandiri siswa dapat membuktikan berlakunya hukum kekakalan massa (Lavoisier) secara teliti dan jujur .
2. Diberikan data hasil percobaan, secara mandiri siswa dapat membuktikan berlakunya hukum perbandingan tetap (Proust) dengan teliti dan jujur.
3. Diberikan data hasil percobaan, secara mandiri siswa dapat membuktikan berlakunya hukum kelipatan perbandingan (Dalton) dengan teliti dan jujur.
4. Setelah bereksplorasi tentang hukum Lavoisier, Proust, dan Dalton, secara mandiri siswa dapat menentukan perbandingan atom-atom penyusun molekul atau senyawa dengan benar.
5. Diberikan data hasil percobaan, secara mandiri siswa dapat membuktikan berlakunya hukum perbandingan volume (Boyle-Gay Lussac) dalam suatu proses perubahan kimia dengan teliti dan jujur.
6. Setelah bereksplorasi tentang hukum perbandingan volum, secara mandiri siswa dapat melakukan perhitungan tentang hubungan tekanan, suhu, dan volume gas dengan benar.
7. Diberikan data-data tentang keadaan gas, secara mandiri siswa dapat membuktikan berlakunya hipotesis Avogadro dengan teliti dan jujur.
8. Melalui latihan dan diskusi, siswa dapat menghitung volume gas pereaksi atau hasil reaksi berdasarkan hukum Gay Lussac dan Avogadro dengan benar.
9. Mengembangkan perilaku rasa ingin tahu, teliti, tekun/ulet, dan saling menghargai pendapat melalui kegiatan diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan individu.
10. Menumbuhkan kesadaran diri akan keagungan Tuhan YME dan kesadaran akan ketetapan Tuhan YME merupakan ketetapan yang terbaik untuk kehidupan umat manusia melalui kegiatan demonstrasi, mengamati tayangan video atau animasi, dan kegiatan latihan kelompok/individu yang imajinatif.

LANGKAH 3: Menetapkan materi pembelajaran, pendekatan/metode pembelajaran, media, dan sumber pembelajaran.
Dalam menetapkan pendekatan/metode pembelajaran, Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan scientific (meliputi: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta untuk semua mata pelajaran) (Sudarwan, 2013). Komponen-komponen penting dalam mengajar melalui penggunaan pendekatan scientific (McCollum : 2009) adalah
• Menyajikan pembelajaran yang dapat meningkatkan rasa keingintahuan (Foster a sense of wonder),
• Meningkatkan keterampilan mengamati (Encourage observation),
• Melakukan analisis (Push for analysis) dan
• Berkomunikasi (Require communication)

LANGKAH 4: Menetapkan langkah-langkah pembelajaran (skenario pembelajaran) sesuai dengan pendekatan, strategi, dan metode yang dipilih.
Misalnya dalam RPP yang dicontohkan berikut ini:
Pendekatan : scientific
Model : SiMaYang (Berbasis Multipel Representasi)
Strategi : Kolaboratif & Kooperatif
Metode : demonstrasi, diskusi, latihan, dan penugasan.

LANGKAH 5 (TERAKHIR): adalah merumuskan penilaian terhadap hasil pembelajaran yang meliputi penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
Hasil RPP yang dirumuskan dapat Anda download pada link di bawah, tapi ingat ini hanyalah contoh yang coba saya rumuskan berdasarkan hasil workshop selama 2 hari di FKIP Unila. Jika kurang baik, bisa Anda sempurnakan, dan jika sudah baik silahkan dijadikan acuan.

Silahkan download beberapa dokumen berikut:
1. 07. B. Salinan Lampiran Permendikbud No. 69 th 2013 ttg Kurikulum SMA-MA
2. Bahan Sosialisasi ## IMPEMENTASI KURIKULUM 2013.
3. 3.1.1 Rambu-Rambu Penyusunan RPP Rev
4. CONTOH RPP KIMIA KLS X Pertemuan_2 Kurklm 2013
5. 08. Permendikbud Nomor 70 ttg Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK-MAK

6. CONTOH LKS Hukum Dasar Kimia_1

sciencesprings

NASA Chandra

“Chemistry, the study of the intricate dances and bondings of low-energy electrons to form the molecules that make up the world we live in, may seem far removed from the thermonuclear heat in the interiors of stars and the awesome power of supernovas. Yet, there is a fundamental connection between them.

To illustrate this connection, the familiar periodic table of elements—found in virtually every chemistry class—has been adapted to show how astronomers see the chemical Universe. What leaps out of this table is that the simplest elements, hydrogen and helium, are far and away the most abundant.

PeriodicTable2

The Universe started out with baryonic matter in its simplest form, hydrogen. In just the first 20 minutes or so after the Big Bang, about 25% of the hydrogen was converted to helium. In essence, the chemical history of the Universe can be divided into two mainphases: one lasting 20…

Lihat pos aslinya 255 kata lagi

Oleh: sunyonoms | Juli 31, 2013

WILLIAM PROUT (1785-1850)

A History of Science

1815 – UK

‘Atoms are not the smallest thing’

After ANTOINE LAVOISIER had compiled his list of the then known elements, another 32 were added in the years following his death. Fifty kinds of fundamental building blocks for matter seemed excessive. In 1815 Prout, using AVOGADRO’s method of comparing the relative densities and weights of gases, proposed that all atoms appeared to have weights that were exact multiples of the weight of the lightest atom, hydrogen, and that the different atomic weights of elements are whole-number multiples of the atomic weight of hydrogen (Prout’s hypothesis).

He took this as proof that all atoms were actually made from hydrogen atoms and the idea was adopted as atomic theory and used for later investigations of atomic weights and the classification of the elements.

If all atoms are made from atoms of hydrogen, then it could be possible to transform an…

Lihat pos aslinya 55 kata lagi

Oleh: sunyonoms | Juni 10, 2013

Understanding: Chemistry Part 1

White Coat Journey

“Any fool can know. The point is to understand.”

– Albert Einstein

If you  read my previous posts, you  have learned  I am trying to return to school for biology in the fall, with the ultimate goal of getting into med school. As I  also said before, I work better when I am thinking in the context of working toward something. Most importantly, however, I’m prone to obsessive behaviors. Once my mind is on something, I can’t seem to let it go, no matter how far-fetched the idea is (and if you ask my family, med school is considered far-fetched.)

So, to make sure  I’m going to be able to achieve my goals, I’ve decided to do some independent study before returning to college in August. What I’m most concerned about is science and math, mostly since I’ve only been in liberal arts since high school. Other than a semester’s…

Lihat pos aslinya 425 kata lagi

Oleh: sunyonoms | Juni 10, 2013

Why chemistry?

Finetraces786

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu Alaikum,

For those of you who don’t know, I am studying to become a chemistry teacher. Don’t know if I will be teaching high school or college yet, but I start student teaching this fall. (Grad school applications are on hold until December.)

While preparing for student teaching (lesson planning, question sets, quirky labs, etc.), I started thinking about bigger questions:

Why teach chemistry?

Lihat pos aslinya 307 kata lagi

Oleh: sunyonoms | Mei 13, 2013

Diproteksi: Buku E-Learning

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Oleh: sunyonoms | Mei 9, 2013

Diproteksi: Buku-Buku Pendidikan

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Your mom is like science?

vapor-pressure

Volatile.

Submitted by Below Average.

{vapor pressure}

Lihat pos aslinya

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori