TEKNIK WAWANCARA (INTERVIEW) DALAM PENELITIAN KUALITATIF

By Sunyono
PENDAHULUAN
Kata Penelitian seringkali mudah diucapkan, namun faktanya harus memiliki pedoman yang tepat untuk melaksanakannya. Penelitian merupakan suatu proses yang harus dirancang secara teliti, prosedural, dan rasional. Fungsi penelitian adalah mencarikan penjelasan dan jawaban terhadap permasalahan serta memberikan alternatif bagi kemungkinan pemecahan masalah. Kajian penelitian sangatlah luas, salah satunya adalah penelitian pendidikan. Penelitian pendidikan adalah inkuiri yang ilmiah dan teratur menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam memecahkan masaah-masalah pendidikan (Millan, 2001, halaman 4). Dengan demikian, dalam penelitian pendidikan dua pendekatan tersebut sering digunakan, tergantung pilihan mana yang akan kita lakukan, apakah pendekatan kuantitatif atau kualitatif. Penelitian kuantitatif mungkin banyak dibahas dalam perkuliahan sejak S1, namun penelitian kualitatif masih perlu dibahas lebih lanjut. Oleh sebab itu, pembahasan pada tulisan ini dibatasi pada salah satu topik dalam penelitian kualitatif, yaitu topik “Teknik interviewe (wawancara) dalam penelitian kualitatif”. Interviewe adalah salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif.
Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif merupakan langkah yang amat penting diperhatikan, karena paradigmanya berbeda dengan penelitian kuantitatif. Fase pengumpulan data dan analisis data adalah proses yang interaktif yang terjadi dalam siklus penelitian kualitatif. Dalam fase ini harus terbentuk hubungan dua arah, yaitu peneliti dan kepercayaan individu atau kelompok yang akan diteliti (Wax, 1971, dalam Millan, 2001 halaman 406). Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data erat hubungannya dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan. Supaya data dan infomrasi dapat digunakan dalam penalaran, maka data dan informasi itu harus merupakan fakta. Dalam kedudukannya sebagai fakta, bahan-bahan data/informasi tersebut harus dapat digunakan sebagai fakta atau informasi yang akurat untuk membuktikan suatu kebenaran dari suatu objek yang diteliti (Pattilima, 2007, halaman 60). Karena itu pemilihan teknik dan alat pengumpulan data perlu mendapat perhatian yang cermat. Alat / instrument pengumpulan data yang baik, menghasilkan data yang berkualitas. Kualitas data menentukan kualitas penelitian. Di dalam kegiatan pengumpulan data ada dua pengertian yang perlu diperhatikan, yaitu “metode pengumpulan data” atau “metode penelitian” dan “alat pengumpulan data” atau “instrumen penelitian”.
Metode pengumpulan data adalah cara yang dipakai dalam pengumpulan data, sedangkan alat pengumpulan data atau instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan dalam pengumpulan data. Angket adalah metode sekaligus alat, sedangkan wawancara adalah metode tetapi pedoman wawancara adalah alat/instrumen. Namun, yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam penelitian kualitatif pengumpulan data harus dilakukan pada situasi yang bersifat natural setting (kondisi ilmiah), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta (participan observation), wawancara mendalam (depth interviewe), serta dokumentasi (Sugiyono, 2009, halaman 63). Ada beberapa teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif, antara lain; observasi, wawancara (interviewe), dokumentasi, dan triangulasi

Baca lengkap makalahnya dengan men-download:PAPER MATA KULIAH PENELITIAN KUALITATIF

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: